Elektronika Dasar

Selamat malam sahabat! gimana kabarnya? bertemu lag dengan saya yang akan sedikit men-sharing ilmu dari perkuliahan. Tema pada malam hari ini saya memberi materi tentang Elektronika Dasar.

Langsung saja tidak usah banyak cincong……… checkidot!

Teori Dasar Elektronika

Ada beberapa teori dasar elektronika serta dasar kelistrikan yang harus dipelajari dan dipahami jika kalian ingin menjadi ahli dalam dunia elektronika. Berikut teori-teorinya:

1. Teori elektron dan atom

Molekul adalah jika suatu benda atau zat baik itu padat, cair, atau gas, dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil, dan bagian tersebut masih memiliki sifat asalnya. Jika molekul tersebut terus dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil sekali, sehingga bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya lagi, maka disebutlah atom.

Atom sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Dan atom didefinisikan bagian yang terkecil dari molekul yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi dengan reaksi kimia biasa, sedangkan molekul adalah bagian terkecil dari suatu benda yang masih punya sifat asal. Sebuah atom terdiri dari inti atom alias nukleus yang tersusun dari proton (positif) dan netron (netral), yang dikelilingi oleh elektron (negatif).

Dalam hukum muatan listrik, jika ada muatan sejenis akan tolak menolak, sedangkan jika ada muatan tak sejenis/berlawanan maka akan tarik menarik. Dalam teori perpindahan muatan listrik, ada tiga jenis bahan, yakni konduktor, semikonduktor  dan isolator.

2. Teori Arus Listrik

Arus listrik adalah muatan-muatan negatif atau elektron yang mengalir dari potensial rendah menuju ke potensial tinggi. Satuan arus listrik adalah Ampere dan alat yang dapat digunakan untuk mengukur arus listrik adalah amperemeter. Dalam teori arus listrik, dikenal dua jenis sumber arus listrik, yakni sumber arus listrik searah atau DC dan sumber arus bolak-balik atau AC.

Sumber arus DC adalah listrik yang tidak berubah fasenya. Contoh dari arus DC adalah baterai, solar sel, accumulator, dinamo dan adaptor, sedangkan arus AC adalah arus listrik yang berubah-ubah fasenya. Contohnya adalah generator, listrik PLN, dan inverter.

Rumus Arus Listrik:

I=Q/t

Dimana:

  • I = arus listrik dalam satuan ampere (A)
  • Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
  • t = waktu dalam satuan sekon (s)
3. Teori Tegangan Listrik

Tegangan listrik adalah energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatif atau elektron mengalir dalam penghantar. Nilai satuan dari tegangan listrik adalah V ( Volt ) dan alat yang digunakan untuk mengukur besar kecilnya tegangan listrik adalah voltmeter.

Rumus Tegangan Listrik:

V=W/Q

Dimana:

  • V = tegangan listrik dalam satuan volt (V)
  • W = energi dalam satuan joule (J)
  • Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
4. Teori Resistor / Hambatan

Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi sebagai hambatan listrik. Satuan nilai resistor adalah Ohm dan alat yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan resistor adalah Ohmmeter. Teori yang erat kaitannya dengan resistor adalah teori George Simon Ohm dengan penelitian kolam air raksanya.

Jika dilihat dari bahannya, resistor memiliki beberapa jenis, yakni resistor karbon, kompon, kawat gulung, serbuk besi, dan film logam. Sedangkan jika dilihat dari jenisnya, ada resistor tetap, resistor variabel, negative temperatur coefficient (NTC), positive temperatur coefficient ( PTC ), light dependent resistor ( LDR ), dan magnetic dependent resistor ( MDR ).

Nilai resistansi yang dimiliki sebuah resistor dapat dilihat dari gelang-gelang warna yang dimilikinya. Gelang pertama menyatakan angka pertama ( digit ke-1 ). Gelang kedua menyatakan angka kedua  ( digit ke-2 ). Gelang ketiga menyatakan banyaknya nol atau faktor pengali. Gelang keempat menyatakan toleransi.

Hukum yang membahas tentang resistor adalah hukum Ohm yang dikemukakan oleh George Simon Ohm. Hukum tersebut berbunyi ”Dalam suatu rangkaian tertutup, kuat arus listrik ( I ), berbanding lurus atau sebanding dengan tegangan listriknya ( V ), dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik ( R ).”

rumus:

I = V/R, dan teori yang terakhir adalah:

5. Teori Daya Listrik

Daya listrik adalah usaha listrik dalam suatu penghantar setiap sekon atau detik.

Rumus daya listrik adalah:

P = W/t

Dimana:

  • P = daya listrik dalam satuan Watt (W)
  • W = usaha listrik dalam satuan Joule (J)
  • t = waktu dalam satuan sekon (s)
Gimana sahabat? kalian sudah pahamkan. dan berikut ini saya akan mengenalkan beberapa jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya. cekidot!

Jenis-jenis Komponen Elektronika

Berikut ini merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Elektronika dasar yang sering digunakan dalam Peralatan Elektronika beserta simbolnya.

A. Resistor

Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.

Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :

  1. Resistor yang Nilainya Tetap
  2. Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
  3. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
  4. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)
Gambar dan Simbol Resistor :

Jenis-jenis Resistor

B. Kapasitor (Capacitor)

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :

  1. Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
  2. Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
  3. Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.
Gambar dan Simbol Kapasitor :

Jenis-jenis Kapasitor

C. Induktor (Inductor)

Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :

  1. Induktor yang nilainya tetap
  2. Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.
Gambar dan Simbol Induktor :

Jenis-jenis Induktor (Coil)

D. Dioda (Diode)

Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :

  1. Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  2. Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
  3. LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
  4. Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
  5. Dioda Shockley (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
  6. Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.
  7. Dioda Schottky adalah Dioda tegangan rendah.
  8. Dioda Varaktor adalah dioda yang memiliki sifat kapasitas yang berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang diberikan.
Gambar dan Simbol Dioda:

Jenis-jenis Dioda

E. Transistor

Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.

Gambar dan Simbol Transistor :

Jensi-Jenis Transistor

F. IC (Integrated Circuit)

IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit) :

Jenis-jenis IC (Integrated Circuit)

G. Saklar (Switch)

Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.

Gambar dan Simbol Saklar (Switch) :

Jenis-jenis Saklar (Switch)

Sekian ilmu mengenai teori dasar elektronika dan dasar kelistrikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi pembaca setia. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman kalian kalau bermanfaat.

thanks you! see you next time!

sumber: cek sini

sumber gambar: teknikelektronika.com

Sinyal Analog dan Digital

Dari kata judul pasti kalian sudah memikirkan tentang jam tapi, disini saya tidak menerangkan jam lho ya hehehe

Analog dan Digital yang mau saya bahas yaitu tentang matakuliah Sistem Mekatronika.

Sinyal analog dan sinyal digital mungkin kebanyakan dari kita sudah tahu atau masih ada yang belum tahu…. hayo lho! (zaman modern ini guys masa nggak tahu). tidak perlu minder guys, disini saya akan meemberi sedikit pengertian tentang kedua sinyal tersebut. Let’s go!

Dalam dunia perkembangan teknologi ini sudah banyak yang menggunakan sinyal analag ataupun sinyal digital. Kedua sinyal ini bisa langsung diterapkan dalam satu teknologi.

Pengertian sinyal analog dan sinyal digital

Sinyal analog atau bisa disebut isyarat analog adalah sebuah sinyal data yang berbentuk gelombang kontinyu, yang mana akan membawa suatu informasi dengan merubah karakteristik dari gelombang. Dua parameter yang dimiliki oleh isyarat analog yaitu amplitudo dan frekuensi. Isyarat analog pada biasanya telah dinyatakan dalam gelombang sinus, mengingat gelombang sinus itu merupakan sebuah dasar yang berguna bagi semua bentuk isyarat analog.

sedangkan sinyal digital adalah Sebuah sinyal digital yang merupakan sebuah sinyal data yang bentuk pulsa dan dapat mengalami perubahan yang secara tiba-tiba dan memiliki besaran antara 0-1. Maka dari itu sinyal digital hanya mempunyai dua buah keadaan, yaitu keadaan 0 dan juga keadaan 1, sehingga tidak ada pengaruh terhadap derau atau noise (sinyal yang tidak diinginkan dalam sistem komunikasi atau informasi), akan tetapi transmisi pada sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pada pengiriman data yang dekat saja. Sinyal Digital itu biasa disebut dengan istilah sinyal diskret.

sumber: klik disini

Perbedaan sinyal analog dan sinyal digital

sebelum saya menjelaskan perbedaan kedua sinyal ini, terlebih dahulu saya akan memberi sedikit pengetahuan tentang ciri-ciri sinyal analog dan sinyal digital.

  • Sinyal digital:
    1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
    2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
    3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
    4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif. Sinyal digital melalui media fisik (kabel).
  • sinyal analog:
    1. Transmisi efektif terjadi pada frekuensi tinggi
    2. Memungkinkan frequencydivision multiplexing.

    3. Sinyal analog melalui media udara (wireless) 

 

sumber: cek disini

nah, setelah menerangkan ciri-ciri saya akan menjelaskan perbedaan kedua sinyal ini. perbedaan yang saya jelaskan disini seperti kelebihan dan kekurangannya. kelebihan sinyal digital yaitu:

  1. Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik, pemakain ruang yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah.
  2. Teknologi digital membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak.
  3. Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang.
  4. Teknologi digital memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru.
  5. Teknologi digital menyediakan kapasitas transmisi yang besar.
  6. Kemampuan memproduksi sinyal yang lebih baik dan akurat..
  7. Mempunyai reliabilitas yang lebih baik (noise lebih rendah akibat imunitas yang lebih baik).
  8. Fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik.
  9. Kemampuan pemrograman yang lebih mudah.
  10. Lebih cepat (debug IC complete complex digital dapat memproduksi sebuah keluaran lebih kecil dari 2 nano detik).
  11. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
  12. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.

Kerugian sinyal digital dibandingkan dengan sinyal analog:

  1. Sistem digital memerlukan bandwidth yang besar. contoh sebuah kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan single -sideband AM dengan bandwidth yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan sinyal digital untuk mentransmisikan sinyal yang sama diperlukan bandwidth hingga empat kali dari sistem analog.
  2. Selalu harus tersedia sinkronisasi. Ini penting bagi sinyal untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai dan kapan berakhir dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.
  • Sedangkan kelemahan dari sinyal analog:
  1. Digital hanya mempertimbangkan speed, sedangkan power dissipation analog harus memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission dan supply voltage.
  2. Analog lebih sensitif terhadap derau/noisecrosstalk dan interferensi (kecepatan & presisi).
  3. jarang yang bisa diotomatisasi dalam perancangan seperti digital yang bisa di Lay out dan sintesis secara otomatis.
  4. Modelling & Simulation untuk analog memerlukan pengalaman karena banyak efek dan perilaku yang aneh.

Berikut contoh-contoh penerapan Sinyal Analog dan Digital:

Sinyal analog:

  • Remote TV
  • Spedometer pada motor
  • Telepon

Sinyal digital:

  • Jam digital
  • Kamera digital
  • Kalkulator digital
  • Computer
  • HP

Sekian penjelasan tentang Sinyal analog dan Sinyal digital. Kurang lebihnya saya minta maaf dan semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiinnn!

sumber: Kelebihan dan kekurangan sinyal analog dan digital.

sampai bertemu dipostingan berikutnya. see you next time!

 

Sistem Mekatronika

Pertemuan 1 Sistem Mekatronika 2

Oleh: Moh. Yasir Amri

Mekatronika adalah disiplin ilmu yang menggabungkan antara teknik mesin, elektro, informatika/komputer untuk membuat sebuah produk. Menurut bahasa Mekatronika (Jerman: Mechatronic ; Inggris: Mechatronic) berasal dari kata mekanika, elektronika dan informatika.

Penerapan dari mekatronika itu sendiri terdapat dibenda sekitar kita, seperti mesin fotocopy, sistem ABS pada motor dan remote televisi.

Istilah Mechatronic pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 oleh perusahaan jepang, Yaskawa Electric Cooperation.

Sumber: (http://www.academia.edu/)

Hello world!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh.

hallo guys!

perkenalkan nama saya Moh. Yasir Amri. blog ini saya tulis untuk memenuhi tugas dari dosen saya.

Kalo masih pengen mengenal saya lebih bisa DM, PC hehe! (ngarep mas?)

nih saya kasih CP saya:

Line: amry_juremy

Instagram: my_amry

WA: 081322450994

Sekian perkenalan saya samapai jumpa dipostingan-postingan lainnya.

btw, saya kuliah di jogja lho….. siapa tau ada anak jogja yang baca postingan saya bolehlah kenalan wkwk…….

wassalamualaikumsalam Warahmatullahi Wabarokaatuh.

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer